Kontak Kami
Ruko Bisnis Grand Royal No.3C, Jl. KH. Hasyim Ashari km 2.5,
  Cipondoh, Tangerang (sebelah Rumah Makan Kenjang)
081295096046
Jam Buka Pelayanan

hari buka :
setiap hari kecuali hari selasa dan hari besar tutup.

Jam buka :
Senin - Sabtu jam 10.00 s.d. 19.00
Minggu jam 10.00 s.d. 17.00

Pengunjung




Botox

Botox adalah nama dagang dari Botullinum Toxin A yaitu protein murni yang diekstraksi dari bakteri Clostridium Botullinum. Proses pemurnian protein dari bakteri ini sama dengan proses pemurnian protein pada obat antibiotika lainnya. Botox lebih tepat dikatakan obat, bukan kosmetik. Penggunaan botox untuk tujuan pengobatan disetujui FDA Amerika (Food & Drug Administration) pada tahun 1980-an. Saat itu dilaporkan botox terbukti dapat mengatasi kedutan sekitar mata.

Awalnya digunakan untuk tujuan medis, seperti memperbaiki kelainan fungsi otot, mengurangi kejang-kejang di sekitar mata serta meringankan kedutan, botox kemudian mulai lazim digunakan dalam dunia kecantikan dan kosmetik untuk menghaluskan kerutan. Dalam dunia kecantikan, botox masih sangat populer sebagai jalan pintas untuk menghilangkan kerutan, apalagi tak banyak diketahui efek samping dari suntikan toksin ini.

Botox dulu dipakai oleh para dokter syaraf untuk membantu pasien yang wajah miring supaya kelihatan seimbang kembali. Saat ini Botox dipakai luas di seluruh negara sebagai salah satu terapi terpopuler di dunia kecantikan.

Botox adalah racun hasil mikroba clostridium botulinum, yang biasanya ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. Pada dosis yang sangat rendah, botox dapat mengendurkan otot yang tegang. Botox disuntikkan pada bagian yang berkerut sehingga otot menjadi relaks dan tidak berkontraksi. Botox juga bisa berfungsi untuk menahan otot bagian tertentu sehingga alis atau rahang menjadi lebih naik posisinya. Botox juga sering dipakai untuk mengatasi masalah keringat berlebih pada ketiak. Efek botox dapat terlihat dalam 2-3 hari setelah penyuntikan.

Pada April 2002, botox memperoleh persetujuan dari FDA untuk perawatan anti kerut antara alis atau biasa disebut frown lines. Botox kini sering digunakan untuk mengatasi masalah kecantikan, antara lain untuk melemaskan otot yang berkerut, menaikkan alis yang disebabkan oleh mata yang turun, mengoreksi bentuk rahang serta mengurangi produksi keringat yang terlalu berlebihan pada ketiak, tangan, dan bagian tubuh lainnya.

Botox (Botulinum Toxin) untuk merelaksasi otot wajah. Obat itu berfungsi supaya garis kerutan dari hasil ekspresi wajah yang berlebihan bisa dipudarkan dan kelihatan natural tanpa garis berarti. Terapi kecantikan ini bisa diberikan pada pasien yang sudah menampakkan garis-garis di wajah. Usia yang disarankan adalah setelah 20 tahun ke atas, bilamana garis wajah sudah mulai bermunculan. Botox bekerja dengan cara melemaskan otot wajah, tepatnya di area yang berkerut. Botox bekerja efektif pada kerut dinamis atau kerut yang tampak saat wajah Anda berekspresi (tersenyum, mengerutkan dahi, misalnya). Ekspresi wajah Anda terjadi saat otak mengirimkan sinyal ke serat otot wajah. Hasilnya, otot tersebut melakukan kontraksi sehingga menimbulkan kerutan. Jika hal ini berlangsung secara sering dan terus menerus dan didukung oleh usia yang semakin menua maka akan terjadi bekas kerutan yang cukup dalam. Akibatnya, wajah pun terlihat lebih tua.

Botox yang disuntikan pada bagian yang berkerut akan menghambat otot berkontraksi kuat sehingga kerut menghilang. Pada kasus browlift (menaikan alis) dan koreksi rahang, botox berfungsi untuk menahan otot bagian tertentu sehingga alis atau rahang menjadi lebih naik posisinya. Pada kasus keringat yang berlebih, botox berfungsi menghambat kerja acetylcholine (penyebab keluarnya keringat dari kelenjar keringat). Karena terhambat, maka keringat pun tidak keluar pada tempat tertentu.

Prosedur perawatan botox tidak memakan waktu lama namun harus dilakukan oleh dokter ahli, untuk menghindari resiko negatif dari salah injeksi dan sebagainya. Injeksi botox biasanya dilakukan dengan atau tanpa anastesi, tergantung dari kondisi setiap individu. Anastesi sendiri, digunakan untuk menghindari rasa tidak nyaman selama proses injeksi. Hasil suntikan botox akan terlihat maksimal dalam 3-7 hari setelah injeksi, selain itu Anda harus menghindari konsumsi alkohol dan aspirin.

Efek injeksi botox dapat bertahan 4 hingga 6 bulan dan secara perlahan-lahan otot akan kembali mampu berkontraksi kuat seperti semula. Anda dapat kembali menggunakan botox kapan pun Anda inginkan. Namun tidak dapat digunakan untuk mengatasi kerutan dalam atau kerut yang terlihat bahkan saat tidak berekspresi yang terjadi akibat radiasi sinar matahari.

Jam Buka Konsultasi

Konsultasi dr. Spesialis Kulit:
Senin - Sabtu jam 13.00 - 18.00
Minggu jam 14.00 - 16.00

Slide Show